NUTRISI NAFSU MAKAN ANAK DAN CEGAH STUNTING
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-Ozcl2MOqds_TgGwJpTS54U78umZfbScFrGmahc5Rj8T86zBjESAlvqC5-zMDxCroN2bz6u81E-0iaj7uTtbXrLjJMqicK03Gs90v9Bd5epaEcKHdLKaaHVRp79VV6z-rYHqgg3H61uzoAF2o5F18wC4TsnefBn_DaLVlubhkA8sc8fX2B1LnLfYhyphenhyphenZo/s72-w200-c-h200/4de66348e07c4a569593c3ad47dd89c7.jpg
Rp 537.000![]() |
| Cegah stunting sejak dini |
8 Pilihan Makanan yang Membuat Otak Anak Cerdas dan Pintar
Nutrisi yang perlu diberikan pada anak dibagi menjadi makronutrisi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrisi yang tidak kalah penting berupa vitamin dan mineral. Berikut adalah sejumlah rekomendasi nutrisi makanan yang mendukung agar anak cerdas.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber makanan utama yang akan diproses tubuh untuk dijadikan energi. Sebagai makanan pokok, anak membutuhkan asupan karbohidrat sebanyak 45-55% dari total kebutuhan energi/hari.
Karbohidrat itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.
Berbeda dengan karbohidrat simpleks yang lebih cepat dan mudah diserap tubuh, karbohidrat kompleks memiliki susunan kimia yang lebih rumit, mengandung serat, vitamin, serta mineral yang lebih tinggi sehingga memerlukan lebih banyak waktu untuk dicerna oleh tubuh.
2. Protein
Protein adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki beragam organ dan jaringan, termasuk otak dan juga sel-sel imun tubuh. Asupan protein yang dibutuhkan oleh anak sebesar 20-25% dari total kebutuhan energi/hari.
Supaya kebutuhan protein anak tercukupi, ada beberapa sumber makanan yang bisa diberikan. Mulai dari protein hewani yang berasal dari hewan, seperti telur, keju, susu, ikan daging ayam, daging sapi, dan udang. Serta protein nabati yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan yaitu kacang-kacangan dan brokoli.
3. Lemak
Lemak dengan jenis dan jumlah yang tepat sangat baik untuk anak. Asupan lemak yang dibutuhkan anak sebesar 30-35% dari total kebutuhan energi/hari. Lemak dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, juga membantu penyerapan berbagai jenis vitamin agar lebih baik.
Si Kecil membutuhkan asam lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6. Kedua jenis asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.
Padahal, fungsinya sangat penting, yakni untuk meningkatkan imun tubuh, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah penyakit kronis akibat inflamasi lainnya.
4. Kalsium
Anak-anak membutuhkan kalsium untuk mendukung kesehatan tulang, saraf, jantung dan ototnya. Mama bisa mendapatkannya dari susu, yogurt, edamame, brokoli, kacang almond, dan keju.
5. Zat Besi
Nutrisi lain yang juga penting untuk ketajaman fungsi kognitif anak adalah zat besi. Zat besi adalah mineral pembentuk hemoglobin, yaitu bagian dari sel darah merah yang dibutuhkan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Selain itu, zat besi berperan penting dalam mendukung kerja sistem imun tubuh dan meredakan inflamasi. Kurangnya zat besi dapat menimbulkan penyakit anemia.
Anda bisa memberikan asupan zat besi melalui bahan makanan seperti daging, hati ayam, bayam, tahu, kacang-kacangan, dan sereal yang sudah difortifikasi.
6. Asam Folat
Asam folat adalah nama lain dari vitamin B9. Asam folat dapat menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan mengurangi risiko kelainan kongenital pada anak. Asam folat bisa didapatkan dari hati, sayuran hijau seperti bayam, gandum, dan jeruk.
7. Serat
Serat dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan anak, serta mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker di kemudian hari. Makanan yang mengandung serat bisa didapatkan dari oatmeal, roti gandum, buah-buahan seperti apel, pir, dan pisang.
8. Vitamin A
Vitamin A berperan penting untuk penglihatan anak dan mencegah terkena penyakit infeksi. Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan. Makanan yang banyak mengandung vitamin A adalah wortel, kentang, bayam, brokoli, minyak ikan, dan kuning telur.
9. Vitamin C
Vitamin C sudah terbukti dapat meningkatkan kinerja sistem imun tubuh dan membantu penyerapan zat besi. Dengan mengonsumsi vitamin C secara rutin, si Kecil dapat terhindar dari penyakit flu serta mempercepat penyembuhan luka. Vitamin C dapat ditemukan pada jeruk, jambu, stroberi, dan mangga.
10. Zinc
Terakhir, nutrisi yang tak kalah penting untuk mengasah kognitif anak agar cerdas adalah zinc. Zinc adalah mineral yang berperan membantu produksi lebih dari 70 enzim yang ada di dalam tubuh untuk menjalankan fungsinya masing-masing, termasuk sistem pencernaan, metabolisme, dan pertumbuhan anak.
Anak yang kekurangan zinc akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Zinc bisa didapatkan dari daging, kerang, kacang-kacangan, produk susu, dan telur.
STUNTING - GEJALA DAN PENYEBABNYA
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.
Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya. Jumlah kasus stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 3 dari 10 anak. Oleh karena itu, stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani dan dicegah.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata belum tentu mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena tinggi badan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi bila kedua orang tua berpostur tubuh pendek, anak juga bisa memiliki kondisi yang sama.
Selain itu, perkembangan anak yang stunting biasanya terlambat secara signifikan. Sementara di sisi lain, anak yang sehat umumnya tidak mengalami keterlambatan perkembangan meski perawakannya pendek.
PENYEBAB STUNTING PADA ANAK
Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi adalah :
- Ibu mengalami malnutrisi atau terserang infeksi selama hamil
- Anak tidak mendapatkan ASI eksklusif
- Kualitas gizi MPASI yang kurang
- Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti alergi susu sapi atau sindrom malabsorbsi
- Anak menderita infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau cacingan
- Anak memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit jantung bawaan atau thalasemia
FAKTOR RISIKO STUNTING
Ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami stunting, antara lain :
- Terlahir prematur
- Terlahir dengan berat badan rendah
- Mengalami intrauterine growth restriction (IUGR)
- Tidak mendapatkan vaksin yang lengkap
- Hidup di tengah kemiskinan
- Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan tidak mendapatkan akses untuk air bersih
GEJALA STUNTING
Gejala stunting umumnya bisa terlihat saat anak berusia 2 tahun. Namun, hal ini sering tidak disadari, atau malah disalahartikan sebagai perawakan pendek yang normal. Gejala dan tanda-tanda yang bisa menunjukkan anak mengalami stunting adalah :
- Tinggi badan anak lebih pendek daripada tinggi badan anak seusianya
- Berat badan tidak meningkat secara konsisten
- Tahap perkembangan yang terlambat dibandingkan anak seusianya
- Tidak aktif bermain
- Sering lemas
- Mudah terserang penyakit, terutama infeksi
PENGOBATAN STUNTING
Pengobatan stunting adalah dengan mengatasi penyakit penyebabnya, memperbaiki asupan nutrisi, memberikan suplemen, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter:
- Mengobati penyakit yang mendasarinya, misalnya memberikan obat-obatan antituberkulosis bila anak menderita TBC
- Memberikan suplemen vitamin A, zinc, zat besi, kalsium, dan yodium
- Memberikan penyuluhan kepada orang tua agar memenuhi kebutuhan nutrisi anak
Keberhasilan pengobatan stunting pada anak juga sangat bergantung pada upaya orang tua dan keluarga. Upaya yang dapat dilakukan adalah:
- Memberikan nutrisi yang tepat dan lengkap lewat MPASI atau makanan pokok, berupa makanan yang kaya protein hewani, lemak, dan kalori
- Membawa anak untuk kontrol rutin ke dokter jika ia menderita penyakit kronis
- Memeriksakan tinggi dan berat badan anak secara berkala
- Memperbaiki sanitasi di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencapai keluarga yang sehat
KOMPLIKASI STUNTING
Jika tidak ditangani dengan tepat, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan anak. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Gangguan perkembangan otak yang mengganggu proses belajar dan menurunkan prestasi anak ke depannya
- Penyakit metabolik ketika dewasa, seperti obesitas dan diabetes
- Sering sakit dan mudah terkena infeksi
PENCEGAHAN STUNTING
Pencegahan stunting adalah dengan menghindari faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Upaya yang bisa dilakukan antara lain:
- Memenuhi asupan gizi yang cukup sebelum merencanakan kehamilan dan selama kehamilan
- Mencukupi asupan gizi, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun
- Memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan
- Membaca buku KIA agar mengetahui panduan menyiapkan asupan makanan yang tepat untuk anak
- Melakukan pemeriksaan rutin ke posyandu untuk memantau tahapan tumbuh kembang anak
- Memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap
Sumber : Alodoc
SOLUSI FITOPARMAKA UNTUK NUTRISI ANAK DAN CEGAH STUNTING
![]() |
“Mendukung pertumbuhan tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis saat dewasa adalah manfaat kalsium bagi anak-anak. Selain itu, mineral ini juga bisa mencegah anak mengalami rakitis.” |
PERHATIAN
Suplemen Tiens bukan pengganti obat dokter, melainkan berfungsi sebagai pelengkap terapi medis. Beri jeda waktu antara penggunaan produk Tiens dengan obat dokter sekitar 90 menit.
TiPS
Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Olahraga teratur. Istirahat cukup (8 jam/hari). Berpikir positif.
KONSULTASI DAN ORDER
AVB | 085241066597 atau klik ORDER
INFORMASI PRODUK LAINNYA
Kunjungi Katalog Produk AVB Store melalui link https://linktr.ee/katalogprodukavb
Suplementasi Zinc Rutin Untuk Anak Sehat Terbukti Bermanfaat
Suplementasi zinc secara rutin dinilai bermanfaat untuk diberikan kepada anak-anak, guna optimalisasi pertumbuhan, serta mencegah diare dan pneumonia.
Zinc merupakan salah satu mikronutrien penting yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Zinc dibutuhkan sebagai katalis untuk aktivitas berbagai enzim tubuh. Selain itu, zinc juga berperan dalam sistem imun, sintesis protein, penyembuhan luka, sintesis DNA, dan pembelahan sel. Pada anak-anak dan remaja, zinc juga berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Zinc juga dibutuhkan untuk memelihara indera pengecapan.[1]
Defisiensi Zinc pada Anak
Secara global, diperkirakan 17% orang berisiko untuk mengalami defisiensi zinc. Prevalensi hingga 20% dilaporkan pada negara-negara dengan pendapatan rendah–menengah. Endemi defisiensi zinc ditemukan terjadi pada berbagai negara di Asia Tenggara dan Afrika sub-Sahara.
Pada anak-anak, defisiensi zinc ditandai dengan gangguan pertumbuhan, menurunnya nafsu makan, dan sistem imun yang terganggu. Pada kasus defisiensi yang lebih berat, dapat terjadi rambut rontok, diare, perkembangan seksual terhambat, serta lesi pada kulit dan mata. Defisiensi zinc dapat terjadi karena asupan atau absorpsi zinc yang tidak adekuat, peningkatan kehilangan zinc dari tubuh, atau akibat kebutuhan zinc yang meningkat.
Anak-anak termasuk ke dalam kelompok yang berisiko mengalami defisiensi zinc, sehingga menjadi populasi yang tepat untuk suplementasi zinc. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya defisiensi zinc.[1–3]
Efek Suplementasi Zinc terhadap Pertumbuhan
Randomized controlled trial (RCT) oleh Abdollahi, et al. pada tahun 2019 meneliti efek suplementasi zinc pada pertumbuhan anak usia 6–24 bulan. Secara acak, subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang menerima suplementasi zinc selama 6 bulan, dan kelompok kontrol yang mendapatkan plasebo.[4]
Dibandingkan dengan plasebo, suplementasi zinc terbukti berhubungan signifikan dengan pertambahan panjang tubuh subjek. Selain itu, ditemukan juga prevalensi defisiensi zinc yang lebih rendah pada kelompok intervensi. Dari RCT ini tidak dilaporkan adanya adverse effect akibat suplementasi zinc. Berdasarkan hal tersebut, suplementasi zinc dapat digunakan untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.[4]
Tinjauan sistematis Cochrane pada tahun 2020 mengkaji efektivitas suplementasi zinc terhadap pertumbuhan, penurunan mortalitas, dan pencegahan infeksi pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Pada kelompok yang mendapatkan suplementasi selama 6 bulan, didapatkan peningkatan bermakna untuk Weight for Age Z-scores (WAZ) dan Weight for Length Z-score (WLZ), dibandingkan dengan kelompok plasebo.[5]
Efek Suplementasi Zinc terhadap Diare
Diare pada anak merupakan salah satu kasus yang cukup sering pada anak dan menyebabkan mortalitas serta morbiditas yang tinggi. Insidensi diare di Indonesia adalah 6,8%.[6]
Sebuah quasi-experimental dilakukan oleh Dalfa, et al. pada tahun 2018 untuk menilai efikasi zinc dibandingkan tata laksana standar pada anak-anak dengan diare akut. Peserta studi dimasukkan dalam kelompok kontrol, yaitu menerima garam rehidrasi oral, atau kelompok zinc, yang menerima garam rehidrasi oral dan zinc sulfat. Dosis zinc yang dipakai adalah 10 mg untuk anak di bawah 6 bulan, dan 20 mg untuk anak berusia di atas 6 bulan. Intervensi dilakukan selama 14 hari.[7]
Hasil studi mendapatkan durasi diare lebih singkat pada kelompok zinc dibanding kontrol, yaitu sebanyak 2,34 dan 7,2 hari. Penurunan frekuensi kejadian diare juga lebih banyak terlihat pada kelompok zinc, yaitu dari 6,38 kali menjadi 2,38. Pada kelompok kontrol, didapatkan penurunan frekuensi dari 6,99 kali menjadi 4,68 kali per hari.[7]
Selain itu, didapatkan peningkatan berat badan pada 71% peserta di kelompok zinc, sedangkan 71% peserta kelompok kontrol mengalami penurunan berat badan selama masa intervensi. Namun, peserta di kelompok zinc lebih berisiko menderita konstipasi sebesar 1,51 kali dibandingkan kelompok plasebo. Berdasarkan hasil studi, dapat disimpulkan bahwa suplementasi zinc yang ditambahkan pada tata laksana standar diare terbukti efektif dan bermanfaat.[7]
Sebuah RCT oleh El-Ghafar, et al. pada tahun 2022 menilai kadar zinc dalam darah pada anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, serta efek pemberian suplementasi zinc selama 4 bulan terhadap insidensi dan keparahan morbiditas akibat diare. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, yaitu kelompok intervensi yang menerima suplementasi zinc, dan kelompok plasebo.[8]
Intervensi diberikan menggunakan sirup zinc sulfat dengan kekuatan 7 mg/ 5 mL. Anak-anak dengan berat badan di bawah 10 kg diberi instruksi untuk mengonsumsi 2,5 mL sirup per hari, sedangkan anak-anak dengan berat badan lebih dari 10 kg mengonsumsi 5 mL per hari. Anak-anak dengan kadar serum zinc 60–100 μg/dL dianggap normal, dan kadar zinc di bawah 60 μg/dL termasuk sebagai rendah.[8]
Rerata serum zinc didapatkan sebesar 51.08 μg/dL, dan 70% peserta memiliki kadar serum zinc yang rendah. Insidensi kumulatif untuk diare, jumlah episode diare per anak, serta frekuensi buang air besar per hari menurun signifikan pada kelompok yang menerima zinc. Risiko terjadinya diare didapatkan lebih rendah 0,79 kali pada kelompok intervensi. Temuan RCT ini menunjukkan suplementasi zinc bermanfaat untuk menurunkan kejadian diare dan dapat dipakai sebagai metode pencegahan diare.[8]
Efek Suplementasi Zinc terhadap Pneumonia
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi pneumonia pada balita di Indonesia adalah 2,1%. Suplementasi zinc meningkatkan protein dalam darah yang bertugas mengatur fungsi limfosit sel T, T-helper, makrofag, dan neutrofil, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh mengatasi infeksi.[6,9]
Tinjauan sistematis Cochrane pada tahun 2016 mengkaji efektivitas suplementasi zinc sebagai pencegahan pneumonia pada anak usia 2–59 bulan. Analisis menunjukkan suplementasi zinc terbukti menurunkan insidensi pneumonia sebanyak 13% dan prevalensi pneumonia sebanyak 41%. Studi-studi yang dilibatkan melakukan suplementasi zinc setidaknya selama 3 bulan.[9]
Hasil yang berbeda didapatkan pada RCT tahun 2019 oleh Laghari, et al. RCT ini melibatkan 100 anak usia 28 hari hingga 5 tahun yang dirawat di rumah sakit akibat pneumonia berat. Peserta studi dibagi menjadi 2, yaitu kelompok intervensi dengan suplementasi zinc dan kelompok kontrol tanpa zinc.[10]
RCT ini tidak menemukan perbedaan terhadap luaran perbaikan gejala, misalnya hipoksia, takipnea, retraksi dada, dan sianosis, antara kelompok zinc dan tanpa zinc. Namun, didapatkan durasi rawat inap yang lebih singkat pada kelompok zinc, dibandingkan dengan kelompok tanpa zinc.[10]
Berdasarkan RCT tersebut, zinc tidak berperan dalam mengurangi gejala pneumonia berat pada anak-anak. Suplementasi zinc yang diberikan dalam jangka pendek tidak bermanfaat secara klinis bagi populasi ini.[10]
Studi lain juga melaporkan hasil serupa, yaitu suplementasi zinc lebih dari 3 bulan efektif untuk profilaksis pneumonia pada anak berusia di bawah 5 tahun. Namun, bukti klinis belum cukup kuat untuk mendukung suplementasi zinc yang hanya diberikan dalam jangka pendek.[11]
Cara Pemberian Suplemen Zinc
Suplemen zinc dapat diberikan dalam bentuk tablet atau sirup. Formulasi zinc yang digunakan pada suplemen, antara lain zinc glukonat, zinc sulfat, dan zinc asetat. Bukti yang ada belum menemukan adanya perbedaan tingkat absorpsi, bioavailabilitas, atau tolerabilitas antara formulasi zinc yang tersedia. Zinc sebaiknya diberikan secara tunggal dan tidak dikombinasi dengan mikronutrien lain karena dapat menurunkan absorpsi dan bioavailabilitas zinc.[1,5]
Dosis zinc yang disarankan untuk anak usia 6 bulan–5 tahun adalah 0,7–1,8 mg/kgBB, atau 1–21,4 mg/hari, atau 15–140 mg/minggu. Dosis per individu dapat berbeda-beda berdasarkan dari usia dan status nutrisi. Anak dengan berat badan kurang atau perawakan pendek mungkin membutuhkan dosis yang lebih tinggi karena rawan mengalami defisiensi zinc.[5]
Konsumsi zinc dalam dosis besar dapat menyebabkan diare, nyeri perut, dan muntah dalam 3–10 jam setelah mengonsumsi suplemen. Namun, efek samping ini akan hilang dengan cepat. Asupan zinc yang berlebihan dapat mengakibatkan anemia akibat defisiensi besi, maupun defisiensi tembaga.[12]
Kesimpulan
Suplementasi zinc rutin terbukti bermanfaat untuk diberikan bagi anak yang sehat dengan risiko yang minimal. Suplementasi zinc secara rutin dapat membantu optimalisasi pertumbuhan pada anak, serta mencegah terjadinya diare dan pneumonia. Risiko efek samping berupa mual dan muntah akibat iritasi pada lambung. Dosis pemberian zinc yang disarankan berkisar antara 3–24 mg/hari dan sebaiknya diberikan selama minimal 6 bulan.
Mengenal Manfaat Kalsium bagi Tumbuh Kembang Anak
Anak-anak perlu mengonsumsi berbagai macam makanan sehat untuk mendapatkan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya. Salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak adalah kalsium. Yuk, simak manfaat kalsium untuk tumbuh kembang anak di sini!
Manfaat Kalsium bagi Tumbuh Kembang Anak
“Mendukung pertumbuhan tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis saat dewasa adalah manfaat kalsium bagi anak-anak. Selain itu, mineral ini juga bisa mencegah anak mengalami rakitis.”
Tulang bisa dianggap sebagai “bank kalsium”. Masa kanak-kanak dan remaja adalah waktu terbaik untuk menyimpan kalsium sebanyak mungkin.
Hal itu karena seiring bertambahnya usia, kamu akan kehilangan kemampuan untuk menyimpan kalsium di tulang.
Pada saat seseorang mencapai usia dewasa muda, mereka akan mencapai kepadatan tulang pada puncaknya.
Hal itu berarti tulang mereka dikemas dengan jumlah kalsium yang mereka dapatkan seumur hidup mereka. Setelah itu, tubuh akan menarik kalsium dari tulang.
Nah, bayangkan bila anak tidak mendapatkan cukup kalsium pada masa kanak-kanak.
Tubuh akan menarik kalsium dari tulang untuk digunakan di bagian tubuh lainnya.
Lama kelamaan, ini bisa membuat tulang menjadi lemah dan rapuh yang berujung pada osteoporosis.
Jadi, manfaat kalsium bagi tumbuh kembang anak adalah mendukung pertumbuhan tulang yang kuat.
Hal itu juga akan mencegah mereka mengalami keropos tulang pada saat dewasa nanti.
Anak kecil dan bayi juga membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk mencegah rakhitis.
Penyakit ini melunakkan tulang dan menyebabkan kaki melengkung, pertumbuhan terhambat dan terkadang otot menjadi sakit dan lemah.
Selain itu, berikut manfaat kalsium lainnya untuk pertumbuhan anak:
- Menjaga tulang dan gigi tetap kuat.
- Membantu kontraksi otot dan stimulasi saraf.
- Mengatur tekanan darah.
Jumlah Kalsium yang Dibutuhkan Anak
Berikut jumlah kalsium yang dibutuhkan anak-anak:
- Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 700 miligram (mg) kalsium sehari.
- Anak-anak berusia 4-8 tahun membutuhkan 1.000 mg kalsium sehari.
- Anak-anak dan remaja berusia 9 -18 tahun membutuhkan 1.300 mg kalsium sehari.
Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak
Agar anak bisa mendapatkan manfaat kalsium yang optimal, ibu bisa memberi mereka makanan dan minuman yang kaya akan nutrisi tersebut.
Bila Si Kecil memiliki kondisi medis tertentu, bicarakan dengan dokter mengenai makanan dan minuman yang paling bermanfaat bagi mereka.
Berikut sumber kalsium yang baik untuk anak:
- Susu rendah lemak, yogurt, dan produk susu serta minuman kedelai lainnya.
- Susu rasa, seperti cokelat dan stroberi, memiliki kalsium sebanyak susu biasa. Namun, perlu ibu ketahui bahwa minuman ini mungkin mengandung gula tambahan dan memberikan lebih banyak kalori.
- Sayuran berdaun hijau tua, seperti kale dan lobak hijau, rendah kalori dan tinggi kalsium. Namun, bayam bukanlah sumber kalsium yang baik.
- Brokoli, tahu, buncis, lentil, kacang polong, dan ikan dengan tulang, seperti salmon dan sarden kaleng. Ibu bisa menambahkan makanan ini ke salad.
- Jus yang diperkaya kalsium. Namun, sebaiknya batasilah minuman ini pada anak 1/2-1 cangkir per hari.
- Sereal yang diperkaya kalsium.
Terkadang, kondisi medis, pola makan atau gaya hidup tertentu membuat anak sulit untuk mendapatkan kalsium yang cukup dari makanan.
Karena itu, ibu bisa memberikan suplemen kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan anak akan nutrisi tersebut.
Sumber : halodoc
PERHATIAN
Suplemen Tiens bukan pengganti obat dokter, melainkan berfungsi sebagai pelengkap terapi medis. Beri jeda waktu antara penggunaan produk Tiens dengan obat dokter sekitar 90 menit.
TiPS
Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Olahraga teratur. Istirahat cukup (8 jam/hari). Berpikir positif.
KONSULTASI DAN ORDER
AVB | 085241066597 atau klik ORDER
INFORMASI PRODUK LAINNYA
Kunjungi Katalog Produk AVB Store melalui link https://linktr.ee/katalogprodukavb




