DIABETES MELITUS - JANGAN SAMPAI KAKI CANTIKMU DIRENGGUT SI MANIS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOuiga2hoRkW0oJ9ZmI1vD-EzRRARPdOO32tg68oyyL4MLzd1DY1JMfD3356AZlvQ0y-TbNC46W58yrp96jP8ZZK194rvQoE6RsQ8ycinDwKsqprLXU4uk91AA45qJqm3gRPrk0iKO009stVQSkUPBirT6AC_eFTO5BUMwkckN9mQjel3kSJttw1QMDdU/s72-w200-c-h200/20200318_120601.jpg
Rp 1,522.000APA ITU DIABETES MELITUS?
Diabetes melitus adalah suatu kondisi gangguan tubuh yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) secara menahun. Seorang disebut diabetesi (menderita diabetes) apabila dalam pemeriksaan kadar gula darah pausanya melebihi angka 126 mg?dL, atau dua kali berturut-turut pemeriksaan gula darah 2 jam sesudah makan, angka yang di dapat melebihi 180 mg/dL.
Pada penderita diabetes, gula tidak dapat atau sukar masuk ke dalam sel.
Hal ini disebabkan oleh sedikitnya hormon insulin yang diproduksi kelenjar pankreas, atau karena sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin walaupun insulinnya sendiri sebenarnya cukup jumlahnya. Akibatnya gula akan menumpuk di dalam darah, tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan akhirnya dibuang melalui air seni atau tersisa dalam darah. Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi. Itu sebabnya penderita diabetes tampak lemah dan lesu.
TUBUH SEJATINYA MAMPU ADAPTASI KADAR GULA DARAH
Tubuh sejatinya dapat menyesuaikan kadar gula darah( GD) jika naik di turunkan, jika turun dinaikan, akan tetapi meski hormon yg bekerja menaikkan kadar GD banuyak jenisnya (kortisol, adrenalin dll) yg dikelurkan pd saat GD naik hanya insulin, artinya hormon pendukung saat untuk menaikkan GD banyak sekali, tetapi hormon pendukung utk menurunkan GD cuma satu.
Hipoglikemi adalah kondisi saat GD naik dan turun secara drastis berulang-ulang, saat itu organ yang produksi hormon yg berhubungan dengan kadar GD akan sangat terbebani, insulin dikeluarkan saat GD naik, zat gula akan diambil oleh organ hati yg sisanya akan disimpan sbg lemak.
Masalahnya adalah produksi insulin tidak dapat stabil, pankreas yang mengeluarkan insulin tidak suka dengan pengaturan yg tidak jelas sehingga pankreas mengeluarkan insulin dalam jumlah besar sekaligus sehingga insulin diiibaratkan sebagai gajah.
Akan tetapi saat kadar GD naik tiba-tiba, insulin di lepaskan dalam jumlah besar sehingga akhirnya kadar GD malah terlalu rendah.
Saat GD terlalu rendah, sederhananya adalah tinggal menambahkan gula yang lebih banyak biar GD naik, seperti itu kan? sayangnya pemikiran ini salah.
Jadi hipoglikemi alias turunnya GD tadi itu justru malah terjadi karena kebanyakan asupan gula yang masuk ke tubuh, GD turun karena kelebihan gula masuk. Tidak salah? Ya, tidak salah, itulah faktanya dan inilah sebenarnya yang terjadi di masyarakat modern.
Bisa di ahami? Lalu pertanyaannya itu darimana biang keroknya dan bagaimana memperbaikinya ?
Ini menarik untuk dibahas, karena kalau sudah faham ini, banyak penyakit bisa di perbaiki dan di obati dan kita juga terjaga kondisi badannya dari masalah hipoglikemi alias gangguan pengaturan kadar gula darah.
Tanpa sadar efek keluhan dari hipoglikemi ini sering kita rasakan padahal yang dimakan gula semua, yaitu memgantuk, tidak berenergi dan tidak fokus.
CIRI - CIRI PENYAKIT DIABETES :
- Sering merasa haus
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari
- Sering merasa lapar
- Berkurangnya massa otot
- Nyeri dan mati rasa pada tangan dan kaki.
- Lemas
- Pandangan kabur
- Luka sulit sembuh
BAHAYA KETIKA DIABETES TERUS DIBIARKAN :
- RETINOPATI. Diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
- NEFROPATI. Diabetes dapat merusak ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal.
- LUKA SULIT SEMBUH. Penderita diabetes cenderung lebih rentan terhadap luka, bisul, atauborok yang sulit sembuh. Gangguan sirkulasi dan neuropati membuat penyembuhan lebih lambat, yang dapat beresiko infeksi serius dan komplikasi lainnya.
- INFEKSI. Kadar gula darah yang tinggi melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih, kulit, dan infeksi pada gigi dan gusi.
- PENYAKIT JANTUNG DAN STROKE. Penderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke, terutama jika kadar gula darah tidak terkendali. Penyakit kardiovaskuler adalah penyebab utama kematian pada penderita diabetes.
- AMPUTASI EKSTREMITAS. Komplikasi seperti ulkus kaki dan gangguan sirkulasi dapat beresiko amputasi pada ekstremitas.
KOMPLIKASI (MUNCULNYA GANGGUAN KESEHATAN LAIN) AKIBAT DIABETES
Diabetes biasa disebut “mothers of disease” atau ibu dari segala penyakit. Diabetes bisa melahirkan berbagai gangguan kesehatan. Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan pembuluh darah besar, antara lain :
- Dari seluruh kematian penderita diabetes, %)% kematian akibat penyakit jantung koroner yang merupakan komplikasi diabetes.
- Masalah elastisitas pembuluh darah yang mengakibatkan penyumbatan di otak akan berakibatpenyakit stroke (kelumpuhan sebagian atau keseluruhan organ tubuh).
- Kebocoran protein di ginjalmengakibatkan rusaknya fungsi ginajl (nefropati) ditandai dengan pembengkakan bagian tubuh seperti kelopak mata dan kaki bagian bawah, sulit atau jarang kencing, batuk lama, dan sesak nafas karena penumpukan cairan tubuh.
- Dari seluruh kematian penderita diabetes, 30% kematian akibat gagal ginjal. Alternatif lain adalah cuci rongga perut atau cangkok ginjal. Studi di Amerika, dari 1005 pasien cuci darah, sekitar 43% diantaranya merupakan penderita diabetes.
- Gastropati diabetik dengan gejala perasaan kembung, begah, dan epat kenyang.
- Impotensi (hilang kemampuan seks).
SELAIN KEMATIAN, DIABETES JUGA MENYEBABKAN KECACATAN YANG MENAKUTKAN :
- Kerusakan pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan dan mempercepat timbulnya Glaukoma dan katarak. 30% penderita DM mengalami kebutaan.
- Dapat menyebabkan masalah sirkulasi pembuluh darah pecah dan pendarahan di retina.
- Yang paling sering terjadi adalah neuropati atau kerusakan saraf pada telapak kaki. Mulai dari kemerahan, rasa hangat, dan penebalan telapak kaki, diikuti rasa kesemutan dan baal, sulit membedakan suhu panas dan suhu dingin, rasa sakit pun berkurang. Bila tidak segera berobat untuk mengontrol kadar gula darah, dapat timbul luka yang sulit sembuh (gangren).
SOLUSI FITOPARMAKA, SUPLEMEN HERBAL YANG AMPUH SAMPAI TUNTASDAN TANPA EFEK SAMPING
PERHATIAN
Suplemen Tiens bukan pengganti obat dokter, melainkan berfungsi sebagai pelengkap terapi medis. Beri jeda waktu antara penggunaan produk Tiens dengan obat dokter sekitar 90 menit.
TiPS
Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Olahraga teratur. Istirahat cukup (8 jam/hari). Berpikir positif.
KONSULTASI DAN ORDER
AVB | 085241066597 atau klik ORDER
INFORMASI PRODUK LAINNYA
Kunjungi Katalog Produk AVB Store melalui link https://linktr.ee/katalogprodukavb
4 Tipe diabetes yang perlu Anda ketahui
Ada juga jenis diabetes yang dialami dalam masa kehamilan
yang dikenal dengan istilah diabetes gestasional. Tidak mudah membedakan diabetes tipe 1 dan 2 karena secara
umum gejala kedua jenis diabetes ini serupa.
Perbedaan keduanya terdapat pada penyebabnya. Diabetes tipe
1 berhubungan dengan keturunan, sementara DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup
yang kurang sehat.
Namun, penelitian beberapa tahun terakhir turut menunjukkan
bahwa masalah fungsi hormon insulin tubuh akibat diabetes juga memengaruhi otak
sehingga menyebabkan penyakit Alzheimer. Kondisi ini kemudian diperkenalkan
sebagai diabetes tipe 3.
Berikut adalah ulasan masing-masing klasifikasi diabetes melitus:
Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi
ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Padahal,
insulin dibutuhkan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Kondisi ini
lebih jarang terjadi dibandingkan DM tipe 2.
Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi dan ditemukan pada
anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meski bisa terjadi pada usia berapa pun.
Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem
kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru
sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun).
Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh
faktor genetik dan paparan virus di lingkungan. Oleh karena itu, orang yang
memiliki riwayat keluarga dengan jenis diabetes ini berisiko tinggi terkena
penyakit ini. Sering kali penderita DM tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur
hidup untuk mengendalikan gula darahnya.
Diabetes tipe 2
Jenis diabetes ini lebih umum terjadi dibandingkan tipe 1.
Mengutip dalam laman CDC, diperkirakan sekitar 95 persen kasus kencing manis
adalah diabetes tipe 2. Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa
saja pada semua kalangan usia.
Namun, diabetes tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada
orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti
kurang gerak dan kelebihan berat badan.
Gaya hidup tak sehat menyebabkan sel-sel tubuh kebal atau
kurang sensitif merespons hormon insulin. Kondisi ini disebut juga dengan
resistensi insulin. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat memproses glukosa
dalam darah menjadi energi dan glukosa pun akhirnya menumpuk di dalam darah. Untuk
mengatasi gejala diabetes tipe 2, pasien perlu menjalani polah hidup diabetes
yang lebih sehat, seperti mengatur pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik.
Tidak seperti DM tipe 1 yang memerlukan tambahan insulin, pengobatan melalui terapi insulin tidak umum dilakukan untuk mengendalikan gula darah pada DM tipe 2.
Tidak seperti DM tipe 1 yang memerlukan tambahan insulin, pengobatan melalui terapi insulin tidak umum dilakukan untuk mengendalikan gula darah pada DM tipe 2.
Diabetes tipe 3
Diabetes tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya
suplai insulin ke dalam otak. Minimnya kadar insulin dalam otak dapat
menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit
Alzheimer.
Penyakit Alzheimer sendiri termasuk ke dalam penyakit
neurodegeneratif atau penurunan fungsi otak yang terjadi secara perlahan akibat
berkurangnya jumlah sel-sel otak yang sehat. Kerusakan sel otak tersebut
ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir dan mengingat. Suatu studi dari
jurnal Neurology menunjukkan risiko Alzheimer dan demensia bisa berkali lipat
lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan individu yang sehat.
Dijelaskan dalam studi tersebut hubungan antara diabetes dan
Alzheimer sebenarnya merupakan hal yang kompleks. Penyakit Alzheimer pada
penderita diabetes kemungkinan disebabkan oleh resistensi hormon insulin dan
tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan kerusakan dalam tubuh,
termasuk kerusakan dan kematian sel-sel otak.
Kematian sel-sel otak tersebut disebabkan otak tidak memperoleh glukosa yang cukup. Padahal otak adalah organ vital tubuh yang paling banyak memerlukan gula darah (glukosa).
Kematian sel-sel otak tersebut disebabkan otak tidak memperoleh glukosa yang cukup. Padahal otak adalah organ vital tubuh yang paling banyak memerlukan gula darah (glukosa).
Sementara itu, otak sangat bergantung pada hormon insulin
untuk dapat menyerap glukosa. Saat otak tidak memiliki cukup insulin, asupan glukosa
ke otak akan berkurang. Akibatnya distribusi glukosa menuju otak tidak merata
dan sel otak yang tidak mendapatkan glukosa akan mengalami kematian dan memicu
munculnya Alzheimer.
Meskipun demikian, terdapat mekanisme lain yang menjelaskan bahwa Alzheimer bisa saja terjadi dengan sendirinya tanpa mengikut penyakit diabetes. Namun, keduanya dipicu oleh faktor risiko yang serupa, yaitu pola konsumsi tinggi karbohidrat dan glukosa.
Meskipun demikian, terdapat mekanisme lain yang menjelaskan bahwa Alzheimer bisa saja terjadi dengan sendirinya tanpa mengikut penyakit diabetes. Namun, keduanya dipicu oleh faktor risiko yang serupa, yaitu pola konsumsi tinggi karbohidrat dan glukosa.
Terlebih lagi pengobatan diabetes tipe 1 dan 2 tidak mempengaruhi kadar insulin otak
sehingga tidak memiliki dampak positif terhadap penanganan penyakit Alzheimer. Oleh
karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme
kondisi diabetes memicu terjadinya Alzheimer.
Diabetes gestasional
Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada
ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil,
walau tidak memiliki riwayat diabetes.
Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes
ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon
khusus. Nah, hormon inilah yang menghambat insulin bekerja dengan efektif.
Akibatnya, kadar gula darah Anda pun menjadi tidak stabil selama kehamilan. Sebagian
besar wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami diabetes jenis ini karena
seringnya diabetes gestasional tidak memunculkan gejala dan tanda yang
spesifik.
Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami jenis
diabetes ini akan sembuh selepas melahirkan. Agar tidak menimbulkan komplikasi,
ibu hamil yang mengalami tipe diabetes melitus ini perlu mengecek kesehatan dan
kehamilannya pada dokter secara rutin. Selain itu, gaya hidup juga perlu diubah
jadi lebih sehat.
Wanita yang hamil di usia 30 tahun, memiliki berat badan berlebih, pernah mengalami keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth), atau punya riwayat penyakit hipertensi dan PCOS, berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional.
Wanita yang hamil di usia 30 tahun, memiliki berat badan berlebih, pernah mengalami keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth), atau punya riwayat penyakit hipertensi dan PCOS, berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional.
Sumber : HaloSehat
PERHATIAN
Suplemen Tiens bukan pengganti obat dokter, melainkan berfungsi sebagai pelengkap terapi medis. Beri jeda waktu antara penggunaan produk Tiens dengan obat dokter sekitar 90 menit.
TiPS
Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari. Olahraga teratur. Istirahat cukup (8 jam/hari). Berpikir positif.
KONSULTASI DAN ORDER
AVB | 085241066597 atau klik ORDER
INFORMASI PRODUK LAINNYA
Kunjungi Katalog Produk AVB Store melalui link https://linktr.ee/katalogprodukavb







